sayang, kalau memang kisah ini tidak berujung pada satu titik yang kita impikan. Apa kamu benar-benar sudah siap?
Kalau kamu balik tanya ke aku, maka aku akan jawab, apapun hasil akhir dari ini. Aku percaya itu yang terbaik. Benar-benar yang terbaik. Walau mungkin, yang terbaik versiNya belum tentu bisa diterima dengan mudah oleh kamu, dan aku. Tapi aku sudah siap. Ya, aku siap dengan apapun hasilNya nanti. Walau pada nantinya aku bersimbah darah dan air mata, ataupun aku bergelimpangan tawa dan air mata, semua itu sama-sama mengandung unsur kebahagiaan. Ya, kebahagiaan..
Kadang, kebahagiaan itu tidak melulu dikaitkan dengan hal yang berbau keindahan, dan terlepas dari rasa sakit. Bagiku, kebahagiaan adalah kondisi dimana aku bisa menerima dan berhadapan dengan realita. Dimana aku tidak banyak menuntut apa yang diberikan di dalam kehidupan. Dimana aku bisa menerima apapun yang diberikan Yang Maha Pemurah dengan jiwa yang lapang. Itu kebahagiaan versiku. Oh iya, satu lagi. Bahagia adalah saat dimana aku bersyukur menjadi diriku seutuhnya. Aku menerima diriku, mencintai diriku, dan bisa membagikan semua rasa cinta tersebut pada orang lain.
Dulu, aku memiliki banyak makna tentang kebahagiaan. Sampai sekarang, tanpa aku sadari, aku juga masih saja terikat pada makna kebahagiaan yang aku ciptakan. Padahal, kebahagiaan di dunia ini begitu sederhana. Sangat sederhana, sampai-sampai tidak perlu persyaratan A sampai Z untuk bisa merasakannya.
Syg, ada ataupun tidak ada aku di samping kamu, aku bahagia. Kamu ada untuk menjadi milikku, atau hanya jadi mimpiku, aku bahagia. Mengenal kamu, menjadi perempuan yang kamu sayangi tanpa batas, aku bahagia. aku bahagia dalam luka. Aku bahagia memiliki rasa ini. Aku bahagia, dan aku tidak ingin bila dengan bahagia ini, ada 'hati-hati' yang bisa terluka, ada "hati-hati" yg tersakiti
Jika memang, aku suatu hari nanti benar-benar pergi. Kamu juga harus melakukan hal yang sama. Biarkan, rasa dan impian ini akan menemui takdirNya sendiri. Namun, aku belum lelah untuk berjuang. Aku tidak mengenal patah semangat.
Aku perempuan yang kuat, itu katamu kan? Dan aku akan membuktikannya :)
