Aku tak tahu, sampai kapan sanggup mempertahankan rasa ini. Rasa cinta dan rindu kepadamu. Rasa yang masih tetap bersemi di hati ini. Rasa yang terus kusemai meski jarak dan waktu telah membuyarkan semua. Hanya ada sebuah harap, engkau masih mengingat aku.
Entah karena kecewa atau karena apa, satu hal yang tak dapat kupungkiri, sulit bagiku untuk melupakanmu. Sulit bagiku untuk hilangkan dirimu dari memori hatiku. Sulit bagiku untuk tak melafadzkan nama dalam setiap hari-hari sepi yang kulalui.
Meski kutahu hanya hampa yang kudapatkan, tapi rela ku untuk mempertahankan semua perasaan yang pernah ada. Bukan tak sanggup aku mencari penganti, tapi memang tiada yang mampu hadirkan cinta sebagaimana cinta yang engkau hadirkan dalam diriku.
Beberapa malam ini, wajahmu selalu terbayang ketika aku beranjak tidur. Meski sudah sekian lama tiada kita berjumpa. Hanya bisa kupandangi fotomu yang menjadi obat kala aku rindu padamu.
Sayang, mungkin tiada pernah engkau memikirkanku. Tiada rasa apapun di hatimu terhadapku. Tiada setitik harapan yang engkau berikan atas impian yang telah kupendam sekian lama ini. Namun, tiada aku pernah kecewa. Tiada aku sakit hati. Terus saja aku berharap engkau mau sekedar menyapa “hai” saja lewat beberapa account cybermu. Tiada aku benci, tiada aku marah. Karena memang aku mencintaimu.
aku hanya bisa menggembirakan hati lewat khayalan. Hanya membujuk hati lewat syair-syair indah kala mengingat dirimu. entahlah aku hanya bisa Menjalani hidup lewat bayang-bayangmu.
Aku tak ingin menyakiti siapapun. Termasuk tak ingin menyakitimu, menyakiti hati juga persaanmu .
aku mencintaimu... sungguh aku mencintaimu...
